Selamat Datang di Saprol Media & Terima Kasih atas kunjungannya..!
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Science. Tampilkan semua postingan

Nyamuk Gunakan Tai Chi untuk Terbang Melewati Hujan



Saprol Media, ATLANTA -  Peneliti dari Georgia Tech mengamati bagaimana nyamuk bisa terbang melewati derasnya hujan. Bahkan, dengan menggunakan video berkecepatan tinggi, satu rintik hujan dapat mencapai 50 kali lebih berat ketimbang serangga penghisap darah tersebut.

Dilansir Scienceagogo,Selasa (5/6/2012), menurut pemimpin peneliti, David Hu, teknik yang digunakan nyamuk menuntutnya untuk menerima serangan yang masuk, ketimbang berusaha untuk menghadapi kekuatan lawan. Sehingga, memungkinkan serangga itu untuk terbang tanpa tersentuh oleh rintik hujan.

Peneliti yakin bahwa apa yang dilakukan nyamuk itu ketika diterjang rintik hujan, menggunakan teknik Tai Chi untuk tetap dapat terbang dan tidak tersentuh sedikitpun oleh tetesan air hujan. Nyamuk nyaris mampu memperlambat rintik hujan dan menyerap sedikit energi darinya.

Untuk menyelediki, tim peneliti membangun sebuah arena pengujian bagi nyamuk untuk dapat terbang dari sangkar khusus yang ditutupi dengan jaring. Dengan jaring tersebut, memungkinkan untuk masuknya tetesan air.

Peneliti menggunakan air jet untuk mensimulasikan kecepatan aliran hujan dan mengamati nyamuk tersebut. Hasil dari pengamatan mengungkapkan, semua nyamuk selamat tanpa adanya benturan dari tetesan simulasi hujan tersebut.

"Untuk bertahan hidup, nyamuk pada akhirnya harus memisahkan diri dari depan rintik hujan. Nyamuk melakukan pekerjaan ini dengan menggunakan kaki yang panjang dan sayap. Hewan itu melakukan gerakan memutar pada tubuh nyamuk dari titik pertemuan tersebut," ujar David Hu.

"Bagian yang paling mengejutkan dari proyek ini adalah melihat ketangguhan serangga kecil itu di tengah hujan," tambah peneliti, Andrew Dickerson. Temuan ini diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.

Penelitian juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan desain dan fitur dari kendaraan micro-airborne(pesawat kecil). Dengan begitu, bisa berguna bagi para insinyur untuk menciptakan desain pesawat yang mendukung untuk misi pengawasan, pencarian serta operasi penyelamatan.



Sumber : Okezone

Gas Metana di Mars Tidak Mengindikasi Adanya Kehidupan


Saprol Media, CALIFORNIA - Penemuan gas metana oleh para ilmuwan sembilan tahun lalu  di Mars diyakini sebagai tanda-tanda adanya kehidupan biologi di planet tersebut. Namun, kini para peneliti di Max Planck Institute Chemistry serta universitas di Utrecht dan Edinburgh mampu menunjukkan bahwa temuan metana itu berasal dari meteorit.

Dilansir Machineslikeus, Sabtu (2/6/2012), sebagian ilmuwan melihat keberadaan gas metana sebagai indikasi yang jelas tentang kehidupan di sebuah planet. Seperti di Bumi, gas metana diproduksi terutama oleh proses biologi, ada pula yang mengganggap bahwa gas tersebut terjadi akibat proses geologi seperti gunung berapi.

Temuan terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Max Planck Institute Chemistry mengungkapkan bahwa lolosnya metana dari meteorit terjadi apabila disinari dengan sinar ultraviolet (UV). Meteorit dan debu antarplanet berasal dari luar angkasa yang membawa bersama senyawa karbon.

Para peneliti menyimpulkan bahwa energi tinggi radiasi UV ini memicu pelepasan metana dari meteorit. Simpulan ini juga diperkuat ketika ilmuwan mengidentifikasi jumlah metana yang besar di atmosfer Mars pada 2003.

Sampai saat ini, tidak ada teori yang mampu meyakinkan serta menjelaskan jumlah besar, sekira 200 sampai 300 ton metana per tahun yang diproduksi Mars. "Metana dihasilkan dari innumerable (zat yang tak terhitung jumlahnya), meteorit kecil dan partikel debu antarplanet yang mendarat di permukaan Mars dari luar angkasa," jelas penulis utama, Frank Keppler dalam studinya yang kini diterbitkan dalam jurnal penelitian Nature.

Munculnya metana tersebut juga bisa terjadi akibat dari terpaan sinar matahari atau UV. "Energi yang disediakan oleh radiasi ultraviolet yang sangat intens," tambah ahli kimia atmosfer.



Sumber : Okezone

Galaksi Andromeda dan Bima Sakti Diprediksi Tabrakan


Saprol Media, WASHINGTON - Ahli astronomi NASA memprediksi kemungkinan terjadinya tabrakan antara galaksi Andromeda dan Bima Sakti. Hal ini diperkirakan terjadi sekira 4 miliar tahun mendatang.

Diwartakan NASA, Sabtu (2/6/2012), pada saat tabrakan tersebut terjadi, Galaksi Bima Sakti akan benar-benar berubah. Matahari diperkirakan akan terlempar  ke wilayah baru di galaksi ini, namun Bumi serta sistem tata surya tidak terancam hancur.

"Penemuan kami secara statistik konsisten dengan tabrakan antara galaksi Andromeda dan galaksi Bima Sakti tempat kita," ujar Roeland ven der Marel dari Space Telescope Science Institute (STScI) di Baltimore.

Para ahli astronomi menemukan kemungkinan ini melalui pengukuran gerak galaksi Andromeda menggunakan teleskop luar angkasa Hubble. Saat ini, galaksi tersebut berjarak 2,5 juta tahun cahaya dari Bumi, tapi tak terelakkan lagi bergerak menuju ke arah galaksi Bima Sakti.

Pergerakan Andromeda tersebut terjadi akibat tarik menarik antara gravitasi kedua galaksi. Selain itu, dark matter tak kasat mata yang berada di sekitar kedua galaksi tersebut juga berperan membuat jarak antara keduanya makin dekat.

"Setelah hampir satu abad berspekulasi mengenai takdir Andromeda dan Bima Sakti, setidaknya kami memiliki gambaran jelas tentang kemungkinan yang akan terjadi miliaran tahun mendatang," tambah Sangmo Tony Sohn dari STScI.



Sumber : Okezone

NASA: 4.700 Asteroid Berbahaya Bagi Bumi


Saprol Media, NEVADA - Sebuah studi dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengidentifikasi 4.700 asteroid yang berpotensi mendekati bumi. Dengan hasil identifikasi tersebut, kemungkinan bumi ‘rentan’ terhadap serangan asteroid.

Asteroid, disebut sebagai planet minor atau planetoid merupakan benda berukuran lebih kecil daripada planet, namun lebih besar daripada meteoroid. Asteroid saat ini berada pada radar astronom dan sedang mendekati Bumi. Namun perlu waktu lima juta mil untuk menembus atmosfer dan menyebabkan kerusakan besar. Demikian Dilansir Huffington Post, Selasa (22/5/2012).

Studi yang mengungkapkan ada sejumlah asteroid yang ‘berpotensi berbahaya’ merupakan bagian misi survei NASA explorer inframerah atau WISE. Melalui sebuah pernyataan tertulis, Program Executive untuk NASA Near-Earth Object Observation Program, Lindley Johnson menerangkan, “Kami membuat awal baik dalam menemukan objek yang memiliki dampak berbahaya terhadap Bumi.”

“Saat ini kami telah menemukan sejumlah asteroid dan akan mengambil langkah lebih lanjut dalam dekade kedepan untuk meneliti kemungkinan asteroid memiliki dampak kerusakan pada bumi.”

Hasil penelitian ini menunjukkan asteroid lebih berbahaya daripada yang diperkirakan sebelumnya. Asteroid saat ini yang mengorbit dengan kemiringan rendah, hal ini berarti mereka sejajar dengan bidang orbit bumi.

"Tim kami terkejut ketika menemukan begitu banyaknya asteroid yang  kecenderungan Odha [asteroid berpotensi berbahaya]. Karena mereka cenderung melakukan pendekatan lebih dekat dengan Bumi, " melalui pernyataan tertulis peneliti utama NEOWISE di Laboratorium Propulsi Jet NASA, Amy Mainzer.

Pesawat ruang angkasa WISE telah mendaftarkan ratusan juta objek dalam tata surya kita, memotret sekira 600 asteroid yang dekat dengan bumi.

Berdasarkan data sebelumnya dari pesawat ruang angkasa, tahun lalu peneliti memperkirakan sekira 20.500 asteroid yang berdiameter lebih dari 100 meter tengah mengorbit mendekati bumi, namun mereka tidak "berpotensi berbahaya."



Sumber : Okezone

Video Gerhana Matahari Di Jepang

Saprol Media - Gerhana Matahari pertama di tahun 2012 terjadi pada hari Senin (21/5/2012). Fenomena ini terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi.

Di wilayah Cina, Jepang, Pasifik dan bagian barat Amerika Serikat, fenomena gerhana yang terjadi adalah Gerhana Matahari Cincin. Gerhana ini terjadi sebab Bulan berada pada jarak terjauh dari Bumi sehingga bayang-bayangnya (umbra) tidak sampai Bumi. Adalah perpanjangan dari umbra (antumbra) yang sampai ke Bumi.

Gerhana Matahari Cincin hari ini berlangsung selama 5 menit 46 detik. dari total seluruh wilayah Bumi, hanya 0,74 persen saja yang bisa menyaksikannya.

Gerhana "bergerak" dari wilayah Cina menuju Jepang, kemudian ke area Pasifik dan akhirnya berakhir di wilayah Amerika. Awal gerhana terjadi 21 Mei 2012 sekitar pukul 06.06 di Cina. Sementara, gerhana berakhir di Amerika Serikat saat waktu setempat masih menunjukkan tanggal 20 Mei 2012 sore hari. Jadi, seolah-olah gerhana bergerak mundur.

Fenomena gerhana ini menarik minat publik. Siswa di Jepang ikut serta menyaksikan fenomena ini. Selain menyaksikan secara langsung, sejumlah web juga menyiarkan livestreaming gerhana.

Beberapa orang pun merekam peristiwa gerhana dan mengunggahnya ke Youtube. Salah satu video yang menggambarkan cukup jelas terjadinya gerhana adalah video berikut :

Dalam video di atas, tampak Bulan secara perlahan menutupi piringan matahari. Tak semua piringan tertutupi. bagian tepi Matahari tak tertutupi sehingga terlihat menyala kuning dan berbentuk cincin. Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa cincin gerhana kali ini cukup tebal sebab hanya 94 persen piringan matahari yang tertutupi.

Selama Gerhana matahari Cincin hari ini terjadi, wilayah Indonesia seperti Sulawesi, Kalimantan, papua dan Maluku hanya menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian. Di Indonesia, Gerhana Matahari Cincin pernah terjadi pada 26 januari 2009 lalu.



Sumber : Kompas

Ilmuwan Temukan Spesies Katak Baru


Saprol Media, KUALA LUMPUR - Peneliti asal Malaysia, Indraneil Das mengungkapkan spesies hewan amfibi baru. Das dan timnya menemukan sedikitnya satu spesies katak baru dan menekankan dalam studinya perihal keanekaragaman hayati yang ada di Borneo (pulau Kalimantan secara keseluruhan, termasuk Sabah, Sarawak dan Brunei).

Dilansir Phys, Senin (21/5/2012), Indraneil Das dari Universiti Malaysia Sarawak mengatakan bahwa katak spesies baru ini memiliki ukuran panjang 4 hingga 5 sentimeter (1,6 sampai 2 inci) dan mampu mengeluarkan suara atau mengerik dengan nyaring. Katak ini berwarna coklat serta memiliki corak belang berwarna gelap.

Tim peneliti menemukan katak ini dalam ekspedisi ke hutan hujan Mount Singai di negara bagian Sarawak, pulan borneo pada September 2010. Mereka kemudian menemukan spesies yang sama di dekat Kubah National Park.

Memastikan apakah spesies ini merupakan spesies katak baru adalah melalui proses ilmiah yang panjang. "Kami mendengar suara yang sebelumnya belum pernah kami dengar. Suara itu berasa dari bawah serasah daun. Itu mungkin mengapa tidak ada seorang pun yang melihat sebelumnya," ujar Das.

Menurutnya, suara (katak) ini sangat khas dan bernada tinggi, keras serta berbunyi berulang-ulang. Kabarnya, katak itu terdaftar sebagai salah satu World's Top 10 Most Wanted Lost Frogs atau 10 katak yang paling diincar dalam kampanye yang dilakukan Conservation International dan grup lainnya.

Peringkat 10 besar katak yang paling dicari tersebut disosialisasikan guna mendorong para ilmuwan di seluruh dunia untuk mencari amfibi yang tidak terlihat selama satu dekade atau lebih. Sementara itu, tahun lalu, Das juga pernah menemukan spesies katak berkaki kurus yang bernama Sambas Stream Toad atau Borneo Rainbow Toad.

Spesies katak berkaki kurus itu konon tidak pernah ditemukan di hutan Borneo selama hampir 90 tahun. Das berharap untuk mempublikasikan temuannya itu untuk menarik perhatian terkait keanekaragaman hayati dan membantu mempromosikan upaya konservasi hutan hujan yang saat ini terancam oleh penebangan dan pembangunan.



Sumber : Okezone

Woow..Orangutan Gunakan iPad untuk Berkomunikasi



Saprol Media, MIAMI - Orangutan di Miami Jungle Island nampaknya sangat menyukai iPad. Dengan perangkat tersebut mereka menggambar, bermain game, dan memperluas kosa kata mereka.
 
Dilansir News Max, (10/5/2012), Orangutan di Miami Jungle Island tampak seperti manusia ketika menggunakan perangkat teknologi. Taman tersebut merupakan salah satu kebun binatang yang melakukan eksperimen yang menggunakan perangkat komputer dan kera.
 
Para pengawas membiarkan enam Orangutan menggunakan iPad untuk berkomunikasi. Langkah tersebut merupakan  bagian dari program stimulus mental. Linda Jacobs, yang mengawasi program ini, berharap iPad dapat membantu menjembatani kesenjangan berkomunikasi antara manusia dan kera.
 
"Dua Orangutan yang lebih tua tidak tertarik menggunakan iPad, mungkin mereka berfikir 'Aku baik-baik saja di dunia ini, dan tak perlu keterampilan iPad'," kata Jacobs.
 
Jacobs mengatakan ia mulai membiarkan Orangutan menggunakan iPad saat musim panas tahun lalu. Tindakan itu ia terapkan berdasarkan saran dari seseorang yang telah menggunakan perangkat untuk lumba-lumba.
 
Perangkat lunak ini awalnya dirancang untuk manusia dengan layar yang menampilkan gambar dari berbagai objek. Seorang pelatih kemudian memberi nama salah untuk salah satu objek, kemudian kera dapat menekan tombol yang sesuai dengan instruksi pelatih.
 
iPad menjadi tambahan untuk program pengayaan Orangutan di kebun binatang tersebut, kata Jacobs. Penjaga kebun binatang telah lama menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan mereka. Menggunakan tangan mereka, orangutan dapat menanggapi pertanyaan sederhana, mengidentifikasi objek dan mengekspresikan keinginan atau kebutuhan.
 
"Kami mampu memantau kesehatan mereka setiap hari, Kami bisa melakukan pemeriksaan harian Jika orangutan sedang tidak enak badan dan kami akan mengetahui segera." kata Jacobs dengan berkomunikasi dengan orangutan.
 
Sementara Jacobs dan pelatih lain telah mengembangkan hubungan yang kuat dengan Orangutan, iPad dan komputer touchscreen akan memberikan kesempatan bagi Orangutan untuk berkomunikasi orang-orang yang tidak terlatih dengan bahasa isyarat.
 
"Ini hanya akan jembatan yang indah, Jadi manusia benar-benar bisa menghargai Orangutan."
 
Orangutan diketahui memiliki kecerdasan, namun sayangnya dibatasi oleh ketidakmampuan fisik mereka untuk berbicara. "Mereka semacam terperangkap keadaan fisiknya, Mereka memiliki kecerdasan yang mereka butuhkan untuk berkomunikasi, tetapi mereka tidak memiliki peralatan yang tepat, karena mereka tidak memiliki kotak suara atau pita suara Jadi ini memberi mereka cara untuk memberitahu tahu kami apa yang mereka tahu, Apa yang mereka mampu, apa yang mereka ingin miliki."



Sumber : Okezone

Kerangka Manusia Prasejarah Ditemukan di Goa Kidang


Saprol Media, BLORA - Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan dua kerangka manusia prasejarah di Goa Kidang, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Satu kerangka Homo sapiens atau manusia prasejarah yang sudah berpikir maju itu ditemukan utuh beserta kerangka kaki.

Goa Kidang berada di kawasan karst Pegunungan Kendeng Utara dan berjarak sekitar 35 kilometer dari kota Blora. Goa itu berupa ceruk gunung karst sedalam 15 meter dari permukaan tanah bukit karst. Untuk masuk ke dalam goa tersebut harus menuruni jalan setapak.

Ketua Tim Pola Okupasi Goa Kidang Balai Arkeologi Yogyakarta Indah Asikin Nurani menjelaskan, kerangka Homo sapiens yang utuh ditemukan pada kedalaman 115 cm. Kerangka itu berada dalam posisi mirip bayi meringkuk di dalam rahim dengan kedua tangan menjadi bantalan tengkorak dan kaki terlipat.

Adapun kerangka Homo sapiens yang lain berada pada kedalaman 155 cm. Namun, tim baru menemukan bagian kaki saja karena posisinya berada di lapisan tanah di bawah kerangka Homo sapiens yang utuh.

"Dari hasil penanggalan radiokarbon, kedua kerangka itu berada di lapisan tanah yang berusia antara 16.000 tahun hingga 20.000 tahun lalu. Kami memperkirakan Homo sapiens itu hidup pada zaman Plestosen akhir hingga awal Holosen," kata Indah, Sabtu (28/4/2012) di Blora.
Menurut Indah, temuan itu menguak studi baru tentang manusia prasejarah yang sudah mengenal ritual penguburan. Penguburan manusia tersebut menghadap ke barat atau posisi matahari terbenam, terdapat susunan bongkahan batu gamping, penaburan remis cangkang kerang, dan remukan batu gamping merah.

Temuan manusia prasejarah itu juga membuka pengetahuan baru tentang kecerdasan manusia prasejarah. Manusia Goa Kidang membuat alat berburu dan meramu dengan teknologi yang lebih maju dibanding temuan jenis Homo sapiens lain.
"Mereka membuat peralatan dari bahan cangkang kerang dan tulang binatang yang dibentuk dan diasah dengan alat batu. Mereka juga membuat mata anak panah yang terbuat dari tulang," jelas Indah.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Informasi, dan Komunikasi Kabupaten Blora, Suntoyo, mengemukakan, temuan itu semakin memperkaya khasanah arkeologi di Blora. Sebelumnya, di Blora banyak ditemukan fosil binatang purba dan manusia prasejarah Homo soloensis, di Ngandong, Kecamatan Kradenan.

"Tentu saja kami akan melindungi dan melestarikan situs itu bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat setempat. Kami juga menjadikan kawasan itu sebagai kawasan lindung," kata Suntoyo.


Sumber : Kompas

Aliran Lava Spiral Ditemukan di Mars


Saprol Media, CALIFORNIA - Para ilmuwan menemukan pola spiral yang ditinggalkan aliran lava pada salah satu wilayah bernama Athabasca Valles di planet Mars. Foto pola spiral dengan resolusi tinggi tersebut tertangkap oleh Mars Reconnaissance Orbiter milik National Aeronautics and Space Administration (NASA).


Dilansir InternationalBusinessTimes, Sabtu (28/4/2012), temuan yang diterbitkan dalam jurnal ilmiahScience ini coba dipelajari oleh peneliti dari Arizona State University, Andrew Ryan. Dia melihat lebih dari 200 pola spiral di dekat sisi selatan Cerberus Palus.


Selain itu, peneliti juga menemukan gambar pola spiral menyerupai siput yang ditinggalkan aliran lava di daerah yang bernama Valles Athabasca, dekat ekuator planet Mars."Ini adalah pertama kalinya gulungan lava telah diidentifikasi pada planet Mars. Hal yang paling mengejutkan ketika saya pertama kali melihatnya adalah bagaimana pola itu terpelihara dengan baik," ujar Andrew Ryan kepada situs Space.


Sebelumnya, aliran lava telah ditemukan di planet Bumi seperti aliran di Big Island Hawai dan juga aliran lava bawah laut dekat Galapagos Rift di samudera pasifik. Hanya saja, ini merupakan pertama kalinya aliran lava ditemukan di planet Mars.


Sementara itu, belakangan ini planet Mars menjadi planet yang menarik bagi para ilmuwan untuk diteliti. Mulai dari fenonema alam yang terjadi hingga kemungkinan potensi kehidupan yang terdapat di Planet Merah tersebut.


Awal April lalu, Reconnaissance Orbiter dari NASA menemukan bentuk unik dari aliran lava yang menyerupai kepala gajah di planet Mars. Terbentuknya objek yang menyerupai kepala gajah ini menandakan adanya aktivitas geologi yang berlangsung selama miliaran tahun di planet merah itu.




Sumber : Okezone

Dampak Asteroid Ciptakan Kehidupan di Bawah Tanah

Saprol Media, CALIFORNIA - Ilmuwan mempelajari kawah besar akibat hujaman asteroid di wilayah Amerika Serikat. Ilmuwan menemukan organisme kecil yang berkembang di bawah permukaan kawah tersebut.

Dilansir ABC Science, Selasa (24/4/2012), temuan yang dilaporkan dalam jurnal Astrobiology ini menunjukkan kawah yang terbentuk akibat jatuhnya asteroid kemungkinan memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembangnya organisme. Selain itu, ilmuwan juga percaya bahwa peristiwa ini memiliki kesamaan seperti di planet lain, misalnya Mars.

Salah satu ilmuwan yang melakukan penelitian, Charles Cockell dari Edinburgh University, memeriksa sampel yang diambil dari bawah kawah tersebut. Kawah itu terletak di wilayah Chesapeake Bay, Virginia, Amerika Serikat.

Cockell dan rekannya mempelajari inti kawah sejauh 1,76 km. Ilmuwan mengatakan panas dan tekanan yang dihasilkan asteroid yang menghujam permukaan planet Bumi ini bisa membunuh semua makhluk hidup yang berada di sekitarnya.

Kendati demikian, Cockell dan koleganya menemukan mikroba yang tersebar melalui sampel. Bahkan, diramalkan mikroba yang mengendap ini bisa bertahan hingga 35 juta tahun.

Benturan asteroid yang menimbulkan lubang atau kawah besar ini juga bisa memberikan jalan bagi air dan nutrisi yang mengalir menuju inti kawah pada mikroba tersebut. Ilmuwan mempercayai mikroba yang tersembunyi di bawah kawah ini merupakan tempat berlindung yang aman dari dampak perubahan iklim seperti pemanasan global maupun es.

Asteroid tidak hanya mendarat pada planet Bumi, namun Mars juga termasuk area yang dihujam asteroid. Apakah ada potensi kehidupan makhluk hidup di planet Mars? "Daerah yang retak di sekitar kawah dapat menyediakan tempat yang aman di mana mikroba dapat berkembang untuk jangka waktu yang lama," ujar Cockell.

Meskipun baru dugaan, ilmuwan akan terus melakukan penelitian mengenai potensi kehidupan yang terdapat di planet Mars. "Temuan kami menunjukkan kawah yang terdapat di planet Mars kemungkinan sebagai tempat yang menjanjikan untuk mencari bukti kehidupan. Planet Mars juga diselimuti liquid water dan atmosfer tebal," tambahnya.



Sumber : Okezone

Lebih Dekat, Melihat Sinar Kosmik dari Luar Angkasa

Saprol Media, CALIFORNIA - Para astronot telah lama melaporkan penemuan sinar kosmik di angkasa. Fenomena sinar kosmik atau kilauan cahaya yang muncul di luar angkasa tersebut merupakan partikel energi tinggi yang masih belum diketahui asal usulnya.

Dilansir Astrobio, Senin (23/4/2012), sejak misi Apollo 11, astronot Neil Armstrong dan Buzz Aldrin telah melaporkan penampakan sinar kosmik. Laporan serupa juga berlangsung selama misi Apollo 12 dan 13. Kemudian, ilmuwan tertarik untuk mengamati lebih lanjut mengenai fenomena tersebut.

Percobaan yang dilakukan para peneliti ini melibatkan anggota kru dan merekam komentar mereka pada sesi observasi di beberapa wilayah. Tidak berhenti sampai disitu, peneliti juga menggunakan perangkat khusus bernama Apollo Light Flash Moving Emulsion Detector (ALFMED) yang dipakai para astronot untuk merekam sinar kosmik.

Percobaan itu ditentukan oleh pandangan mata astronot yang melihat fenomena kilauan sinar kosmik. Diketahui cahaya itu memiliki partikel bermuatan sub-atomic yang asal usulnya belum terungkap. Umumnya, sinar kosmik yang melintasi planet Bumi diserap oleh atmosfer. Hanya astronot yang mampu melihat fenomena kilauan cahaya menakjubkan itu dari luar angkasa.

"Di luar angkasa, saya melihat hal-hal yang tidak ditemukan di sana (planet Bumi). Menyilaukan mata saya seperti kilauan cahaya yang menari-nari di pelupuk mata dengan tampilan yang halus," tulis Don Pettit dari blog-nya ketika dia berada di Stasiun Antariksa International (ISS).

Dalam astrofisika, sinar kosmik merupakan radiasi dari partikel bermuatan berenergi tinggi yang berasal dari luar atmosfer Bumi. Sinar kosmik dapat berupa elektron, proton dan inti atom seperti besi atau yang lebih berat lagi.

Astronot menggambarkan tipe-tipe sinar kosmik ini dalam beberapa kategori seperti Spot, Streak dan Cloud. Selain itu, ada juga tipe White atau Colorless. Komandan Apollo 115, David Scott mendeskripsikan kilauan cahaya itu sebagai blue with a white cast, yaitu seperti sebuah berlian berwarna biru.



Sumber : Okezone

Meteor Langka Terlihat di Siang Hari

Saprol Media, CALIFORNIA - Meteor atau yang biasa dikenal sebagai bintang jatuh merupakan benda luar angkasa yang bergerak melintasi atmosfer planet sehingga tampak kilauan cahaya memanjang yang memukau. Baru-baru ini ditemukan penampakan meteor di wilayah Nevada yang sangat jarang terjadi di siang hari.

Dilansir Reuteurs, Senin (23/4/2012), umumnya meteor tampak jelas pada malam hari karena cahaya yang dihasilkan. Selain itu, hujan meteor juga biasanya hadir pada musim-musim tertentu. Namun, pengamat di daerah Reno-Sparks, Nevada melaporkan melihat bola api itu sekira pukul 08.00 waktu setempat.

Penampakan meteor ini diikuti suara gemuruh sehingga menimbulkan apa yang disebut dengan sonic boom atau suara yang menggelegar dari atas planet Bumi. "Meteor ini kemungkinan meledak saat memasuki atmosfer planet Bumi," ujar Mike Smith, ahli meteorologi dari National Weather Service di Sacramento, California.

Mike menggambarkan visualisasi meteor itu dengan cahaya kuat yang menyilaukan. Meteor itu yang kabarnya bergerak ratusan mil ke selatan itu tampak dari Sacramento ke wilayah Orang County. Hanya saja, bola api itu tidak terlihat di wilayah Los Angeles dan sekitarnya lantaran mendungnya langit di wilayah itu.

Mike menjelaskan, meteor biasanya terlihat di malam hari dan memiliki berbagai ukuran. Ketika melewati atmosfer, umumnya meteor akan terbakar hingga ukurannya kian mengecil hingga seperti sebutir pasir. Kemungkinan meteor langka yang terlihat di siang hari ini memiliki ukuran yang besar serta ukurannya serupa dengan bentuk bola baseball atau softball.



Sumber : Okezone
 
Saprol Media - Media Inspirasiku..!
Copyright © 2011. Saprol Media - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger